Apa Saja Dampak Perang Dagang AS vs China bagi Indonesia?

Apa Saja Dampak Perang Dagang AS vs China bagi Indonesia?

Akhir-akhir ini perang dagang adalah satu istilah yang sering kita dengar baik melalui media maupun televisi. Amerika Serikat vs China adalah topik yangtak henti-hentinya menjadi perbincangan. Namun sebenarnya, apa itu perang dagang?

Perang dagang merupakan sebuah konflik economi yang terjadi antara dua negara, dimana salah satu negara memberlakukan kebijakan untuk menghambat sebuah negara. Salah satunya adalah yang terjadi antara Amerika Serikat dan China.

Trump memulai hal tersebut kepada negara China dengan upaya untuk menaikan bea masuk untuk produk yang di ekspor oleh China. Sebagai balasan dari kebijakan tersebut, pemerintah China juga melakukan hal yang sama, yaitu menaikan bea masuk untuk produk AS. Dan berlanjut pada beberapa hal lainnya.

Akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan China ini tentu saja ada banyak perubahan yang terjadi. Tidak hanya pada dua negara tersebut, namun Indonesia juga memiliki beberapa dampak dari adanya hal tersebut.

Hal ini juga disampaikan oleh Iman Pmbagyo selaku direktur Perundingan Perdangan International permentitahan Indonesia.

Dampak Perang Dagang AS vs China bagi Indonesia

Dalam sebuah kesempatan, Iman menyebutkan bahwa Indonesia akan terknea dampak, setidaknya tiga hal berikut ini.

  1. Adanya Trade Diversion

Sudah tahu apa itu trade diversion? Jika kikta artikel kedalam bahasa Indonesia, ini berarti pengalihan perdagangan yang diakibatkan oleh suatu hal, seperti perang dagang yang terjadi antara AS vs China.

Perang dagang membuat beberapa produk yang biasanya di ekspor oleh kedua negara tersebut menjadi lebih mahal. Beberapa negara yang yang biasa mengekspor barang dari kedua negara itu tentu tidak bisa begitu saja melakukan ekspor lagi, karena biaya yang harus dikeluarkan semakin tinggi.

Contoh kongkritnya seperti Indonesia yang biasanya mengambil gula dari China. Karena perang dagang ini, harga gula disana menjadi naik, dan Indonesia harus mencari alternatif lain, yaitu dengan mengambil barang dari Thailand.

Adanya trade diversion ini akan menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengekspor lebih banyak produk keberbagai negara, karena harga yang ada disini tidak mengalami perubahan. Tidak hanya Indonesia, beberapa negara lain seperti Afrika dan Amerika Latin juga bisa memanfaatkan hal ini.

  1. Ada Kemungkinan Perununan Ekspor Bahan Baku dari Indonesia

Jika perang dagang antara kedua negara tersebut meluas kebeberapa produk lain, ada kemungkinan akan mengakibatkan penurunan terhadap jumlah ekspor bahan baku dari Indonesia ke China dan Juga Amerika Serikat.

  1. Indonesia Memiliki Peluang Untuk Ekspor

Ini adalah dampak positif lainnya akibat adanya pernag dagang antara Amerika Serikat dan juga China, yaitu Indonesia memiliki peluang yang lebih besar untuk Ekspor lebih banyak barang ke kedua negara tersebut.

Menurut iman, perang dagang anatara AS dan China terjadi begitu kompleks, polemik ini berawal dari adanya pertumbuhan pada komoditas alumunium dan baja di China.

Perang dagang membuat suplay yang biasa terjadi antara kedua negara tersebut menjadi berhenti, disinilah Indonesia bisa mengambil peluang, yaitu dengan menjadi negara ketiga yang melakukan ekspor ke China Maupun Amerika Serikat.

Baca Juga : Mengetahui Masa Lalu Heracles One Piece yang Baru Saja Terungkap

Untuk pasar Amerika, Indonesia bisa mengekspor lebih banyak produk terkait Alumunium dan Baja. Sedangkan untuk China, Indonesia bisa melakukan ekspor untuk Alumunium, Baja, Besi, dan juga buah-buahan.

Itulah kira-kira dampak dari perang dagang yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan juga China. Dibalik perang dagang yang dilakukan kedua negara tersebut, Indonesia bisa mendapatkan dampak positif maupun negatif. Namun hal ini masih terlalu dini, semua hal masih bisa berubah seiring dengan kebijakan dari kedua negara tersebut.