Pluralisme

Demi Perdamaian, Dunia Butuh Indonesia dengan Warisan Pluralisme

Perdamaian dunia merupakan hal penting menyangkut kebebasan dan kedamaian yang dirasakan oleh seluruh bangsa yang ada. Kebebasan yang dimaksud disini adalah perihal pendidikan, Hak Asasi Manusia (HAM), teknologi, dan lain sebagainya.

Untuk menjaga perdamaiannya, dunia membutuhkan semua bangsa untuk bersatu agar tidak terpecah belah. Hal ini tentu bukan menjadi hal yang mudah karena di dunia terdapat jutaan bangsa berbeda dengan budaya dan bahasa yang berbeda pula antara satu dan yang lainnya.

Untuk itu, dunia harus melirik Indonesia yang telah berhasil dengan warisan pluralisme dari nenek moyangnya terdahulu.

Apa itu pluralisme?

Pluralisme sendiri merupakan sebuah paham yang menjelaskan bahwa suatu kebenaran itu bersifat jamak atau banyak.

Dari kesimpulan di atas, sudah dapat ditarik kesimpulan bahwa perdamaian dunia hanya bisa dicapai jika seluruh perbedaan dari bangsa-bangsa yang ada di dunia mengesampingkan egonya dan mementingkan kemaslahatan bersama.

Dunia butuh Indonesia dengan warisan pluralisme

Di dunia ini terdapat ribuan suku bangsa, tapi mengapa dunia harus melirik Indonesia?

Dunia memang memiliki banyak pilihan lain, tapi Indonesia adalah negara berdaulat yang telah berhasil menyatukan berbagai bangsa lengkap dengan bahasa yang berbeda beda setiap bangsanya, meskipun terpisah-pisah oleh pulau.

Dengan semboyan legendaris yang diangkat oleh Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, Bangsa ini telah berhasil memperjuangkan kemerdekaannya bersama, saling membantu satu sama lain tanpa mementingkan perbedaan dan kepentingan pribadi hanya demi kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, dunia membutuhkan Indonesia dengan warisannya, pluralisme, untuk menjaga dan mengawal keberlangsungan perdamaian dunia.

Sebelum menjaga perdamaian dunia, hal pertama yang harus disadari adalah penyebabnya.

Penyebab Lunturnya Pluralisme

Penyebab kehancuran dari perdamaian sangatlah beragam. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyebab dari kehancuran perdamaian di dunia, simak ulasan di bawah ini.

  1. Kebencian Bangsa Tertentu

Dunia ini memiliki ribuan bangsa, jika mereka semua saling membenci dan menyerang satu sama lain, perdamaian di dunia ini akan hancur. Bukan hanya tentang uang dan konstruksi yang akan lebur karena peperangan antar bangsa, tetapi juga kebobrokan sumber daya manusianya akibat dari perang secara diplomatik.

  1. Diskriminasi

Akhir-akhir ini dikriminasi menjadi isu populer yang hangat untuk dibahas. Diskriminasi bukan hanya tentang suatu kelompok kuat yang melawan kelompok lemah dalam skala kecil, tapi sudah merambah kepada antara bangsa yang satu dengan bangsa yang lainnya.

Baca Juga : Kekalahan Thanos di Komik Infinity Gauntlet

Selain itu, terdapat diskrimasi yang dilakukan oleh pemerintah kepada rakyatnya. Entah dalam hal fasilitas atau dalam hal lain yang sudah menjadi hak setiap warganya.

  1. Memaksakan ‘Agamaku menjadi Agamamu’

Hak beragama dengan jelas sudah dicantumkan dalam setiap ajaran agama dan undang-undang suatu negara.

Karenanya, memaksakan suatu agama terhadap orang lain merupakan tindakan terlarang yang tidak dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan.

  1. Kekerasan dan Kekejaman

Dalam konteks ini, yang dimaksud oleh kekerasan dan kekejaman sangatlah luas. Bisa berarti kekerasan yang terjadi antara individu dengan individu, kelompok dengan kelompok, bangsa dengan bangsa, pemerintah yang menyelewengkan kekuasannya, dan lain sebagainya.

Kekerasan dan kekejaman sangatlah berbahaya sebagai ancaman penyebab kehancuran perdamaian karena dimana terjadi kekerasan, maka akan ditimbulkan korban olehnya. Siapa yang bisa tetap hidup dengan damai setelah menjadi korban?

Perdamaian dunia dengan jelas didukung secara penuh oleh Bangsa Indonesia yang dituangkan melalui Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945.

Bukan hanya pemerintah saja yang harus mewujudkannya, tapi Kita semua yang bersama-sama menciptakan perdamaian dunia dengan menghilangkan ego masing-masing dan memperjuangkan kepentingan bersama, apalagi yang menyangkut hajat hidup orang banyak.